UCAN Indonesia Catholic Church News

Menit terakhir menanti hukuman mati pekerja Filipina

14/11/2012

Menit terakhir menanti hukuman mati pekerja Filipina thumbnail

 

Kemarin sebuah organisasi migran memimpin pawai di Manila untuk mengajukan banding terhadap hukuman mati yang dikenakan kepada seorang pekerja Filipina di Arab Saudi.

Migrante, sebuah LSM peduli buruh migran, mendesak pemerintah untuk menyelamatkan nyawa pekerja migran Joselito Zapanta yang sedang “menghadapi di akhir pertandingan itu.”

Zapanta dinyatakan bersalah terkait pembunuhan seorang warga Sudan tahun 2010 di Arab Saudi dan membayar kompensasi dengan batas waktu hari ini untuk keluarga korban senilai $ 1.300.000  atau menghadapi eksekusi mati.

Keluarga Zapanta hanya mampu membayar $ 121.000 untuk menyelamatkannya.

Ibu dan saudarinya berangkat ke Arab Saudi dengan surat resmi untuk keluarga korban meminta perpanjangan waktu, kata Juru Bicara Luar Negeri Raul Hernandez.

Belum lama ini Wakil Presiden Jejomar Binay juga berbicara tentang kehidupan Zapanta karena pengumuman eksekusi telah dijadwalkan, meskipun banding oleh Presiden Benigno Aquino.

Binay mengatakan Presiden Aquino menulis surat permohonan kepada Raja Abdullah dari Arab Saudi bulan lalu, namun nasib Zapanta terletak pada keputusan keluarga korban.

Connie Bragas-Regalado, ketua Migrante, mengatakan kurangnya bantuan pemerintah bagi pekerja migran termasuk Zapanta telah berubah menjadi tren di Filipina.

“Kini kami melihat kelalaian dan tindakan pada menit-menit terakhir. Para pemimpin harus berputar otak, dan tidak boleh hal itu terjadi pada para pekerja kita di luar negeri,” katanya.

Sumber: Last minute appeal over Filipino death sentence

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online