UCAN Indonesia Catholic Church News

Warga Inggris yang dihukum mati di Bali ajukan banding

12/02/2013

Warga Inggris yang dihukum mati di Bali ajukan banding thumbnail

 

Lindsay June Sandiford (56), wanita asal Inggris penyelundup 4,7 kilogram kokain yang dihukum mati Pengadilan Negeri Denpasar, Bali bulan lalu mengajukan banding atas keputusan tersebut karena menilai ia adalah justice collaborator, sehingga  hukuman mati dianggap tidak layak baginya.

“Hukuman mati untuk Sandiford sangat tidak memenuhi rasa keadilan. Seorang justice collaborator seharusnya mendapat hukuman lebih ringan,” kata Fadillah Agus, pengacara Sandiford kepada media, Senin (11/2).

Agus meminta pengadilan memeriksa kembali fakta-fakta hukum yang ada. “Kami berharap pemeriksaan fakta itu bisa mengubah, meringankan hukuman Sandiford atau setidak-tidaknya mengubah hukuman mati yang telah dijatuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, Sandiford telah mengakui melakukan kejahatan penyelundupan narkotika, meski hal itu dilakukan di bawah paksaan dan ancaman. Dia juga telah bekerjasama dengan kepolisian Bali hingga akhirnya berhasil menangkap tiga pelaku lainnya.

Namun, kata Agus, sikap kooperatifnya itu tidak dipertimbangkan sebagai hal yang meringankan. “Sedangkan orang-orang yang menjadi master mind justru dijatuhi hukuman ringan,” tegasnya.

Sandiford ditangkap saat menyelundupkan kokain dari Bangkok ke Bali pada Mei lalu. Polisi kemudian menangkap tiga warga Inggris lainnya, yakni pasangan suami istri Julian Ponder dan Rachel Lisa Dougall, serta satu lagi Paul Beales.  Dalam persidangan Julian hanya divonis 6 tahun penjara, Paul 4 tahun penjara dan Rachel 1 tahun penjara.

Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengatakan dukungan terhadap upaya banding Sandiford.

”Meski kejahatan narkoba merupakan extra ordinary crime, namun masalah ini tidak boleh hanya dibebankan kepada Sandiford”, katanya kepada ucanews.com.

Ia menjelaskan, sebenarnya Sandiford bisa dijadikan sebagai sumber informasi penting untuk mendalami sindikat perdagangan narkoba internasional yang hingga kini masih belum bisa diatasi.

”Kalau dia dihukum mati, maka menutup kemungkinan untuk menjadikannya sebagai salah satu sumber informasi”, kata Azhar.

Selain itu, menurutnya, vonis hukuman mati ini merupakan bentuk inkonsistensi pemerintah yang selama ini getol berjuang agar warga negara Indonesia yang terancam dihukum mati di luar negeri , seperti yang dialami oleh buruh migran, dihukum lebih ringan.

”Kita meminta negara lain agar 200 lebih warga kita di luar negeri  tidak dihukum mati, namun pada saat yang sama kita menerapkan hukuman mati kepada warga asing,” katanya.

Menurutnya, Indonesia harus menghapus hukuman mati untuk menunjukkan kepada dunia komitmen perlindungan hak asasi manusia, termasuk hak untuk hidup.

”Kasus Sandiford telah menjadi perhatian global, karena itu berpotensi melahirkan citra negatif  Indonesia dimana dunia.

Namun, lanjutnya,  komitmen terhadap hak asasi manusia bukan berarti bersikap lunak terhadap kejahatan.

”Keadilan masih dapat dicapai di bawah model keadilan restoratif. Prinsip keadilan restoratif menekankan rehabilitasi bagi pelaku. Sebagai pengganti eksekusi, hukuman seumur hidup bisa diterapkan kepada Sandiford”, katanya.

Di samping itu, kata dia, hukuman mati adalah salah karena sistem peradilan yang ada merupakan buatan manusia dan bisa salah.

”Ada banyak contoh, dimana hukuman mati yang telah diterapkan, di kemudian hari terbukti salah karena kekeliruan yang dilakukan oleh pengacara atau hakim”, tegasnya.

Ryan Dagur, Jakarta

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online