UCAN Indonesia Catholic Church News

Imam aktivis raih penghargaan internasional

13/03/2013

Imam aktivis raih penghargaan internasional thumbnail

 

Yayasan Keadilan dan Perdamaian Tji Hak-Soon yang berbasis di Seoul, Korea, akan menganugerahkan penghargaan tahunannya yang ke-16 – Tji Hak-Soon Justice and Peace Award – pada Rabu (13/3) petang kepada seorang imam aktivis asal Papua atas perjuangannya dalam mengupayakan perdamaian khususnya di propinsi paling timur itu.

Pastor Neles Tebay Kebadabi, 49, adalah koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) dan rektor STFT Fajar Timur di Abepura. Ia juga anggota Forum Konsultasi Para Pemimpin Agama (FKPPA) di Tanah Papua dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Propinsi Papua.

Ia juga anggota Komisi Teologi dan Komisi Karya Misioner dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

“Pastor Neles adalah orang yang cerdas dan rendah hati. Ia mampu merangkul orang dari semua budaya dan agama. Dari orang miskin hingga orang kaya, warga adat dan kaum pendatang, ia telah mendedikasikan hidupnya untuk membawa perdamaian kemana pun ia pergi,” kata yayasan itu dalam siaran persnya kemarin.

Yayasan itu juga mengatakan bahwa Pastor Neles sudah mengawali sebuah program dialog untuk membantu menyelesaikan konflik antara Jakarta dan Papua sejak 2009, dan program tersebut disambut oleh warga Jakarta yang cinta akan perdamaian dan juga warga adat dan kaum pendatang di Papua.

“Lewat karya dan dorongan Pastor Neles, masyarakat Indoneasia dan Papua punya harapan bahwa kekerasan akan berakhir dan perdamaian akan hadir,” kata yayasan itu.

Yayasan itu juga berharap penghargaan itu “bisa memberi sumbangan terhadap upaya-upaya damai dan dialog yang dilakukan oleh Pastor Neles dan para pecinta damai.”

Untuk penghargaan itu, Pastor Neles akan menerima sebuah plakat, sebuah medali, dan uang tunai senilai 10.000 dolar AS.

Pastor Neles mengakui bahwa ia tidak pantas menerima penghargaan itu karena kekerasan terus terjadi sejak 1963 di Papua dan dialog Jakarta-Papua belum dimulai.

“Di sisi lain, saya pahami bahwa pemberian penghargaan ini menunjukkan bahwa orang Papua dan pemerintah Indonesia sudah berada pada jalan yang benar karena kedua belak pihak sudah mempunyai kehendak yang sama yakni mengakhiri secepatnya konflik Papua secara damai melalui dialog,” katanya.

Selain dirinya, katanya, penghargaan itu juga untuk semua pihak baik pribadi maupun lembaga yang telah mendukung dialog Jakarta-Papua sebagai sebuah cara untuk mencari solusi terbaik dan adil terhadap berbagai konflik yang terjadi di Papua.

Yayasan Keadilan dan Perdamaian Tji Hak-Soon dibentuk tahun 1997 untuk menghormati almarhum Uskup Tji Hak-Soon yang mendedikasikan hidupnya untuk keadilan dan perdamaian di dunia.

Katharina R. Lestari, Jakarta

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online