UCAN Indonesia Catholic Church News

Bagaimana iman seorang perempuan bertahan selama 23 tahun dalam penindasan

02/05/2013

Bagaimana iman seorang perempuan bertahan selama 23 tahun dalam penindasan thumbnail

 

Hampir setiap malam pukul 6, suara organ bergema di sebuah gereja Katolik di Jl. Kavaja. Lagu-lagu dapat bervariasi, tetapi organ dan orang yang memainkan organ tersebut, selalu sama.

Organ itu telah ada sekitar 23 tahun dan bisa saja dua kali lipat, kata Maria Dhimitri, seorang organis, dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Tahun 1967-1990 agama dilarang keras di negaranya yang terletak di tenggara Eropa itu. “Mereka melarang semua praktek keagamaan,” kata organis berusia 76 tahun itu kepada Catholic News Service.

Senyumnya menyembunyikan “penderitaan yang menyakitkan” dan ia setuju untuk berbicara pada salah satu Sabtu pada April lalu.

“Mereka mengatakan Tuhan tidak ada. Saya tidak bisa datang ke gereja atau berdoa atau berbicara tentang Tuhan sama sekali,” katanya.

Rezim komunis berkuasa di negaranya setelah Perang Dunia II dan berdoa semakin sulit, akhirnya agama dilarang di negara itu tahun 1967, yang membuat Albania negara pertama dan satu-satunya negara atheis secara konstitusional.

Dhimitri mengajar piano dan dua anaknya masih kecil ketika larangan tersebut mulai berlaku.

“Semua imam ditangkap dan dibunuh, atau dimasukkan ke dalam penjara,” katanya, seraya menambahkan pejabat pemerintah melakukan kekerasan dengan menutup gereja dan masjid di negara itu.

Setelah diangkat oleh sebuah “keluarga Katolik” dari kelompok Katolik tradisionalis di Shkoder, Dhimitri mengatakan bahwa “berhenti berdoa … pernah terlintas dalam pikiran saya.”

Dia mengatakan dia tahu bahwa untuk menunjukkan iman di depan umum akan membahayakan bukan hanya dirinya, tetapi kehidupan seluruh keluarganya, jadi dia terpaksa berdoa secara rahasia di Tirana, apartemen keluarganya, dengan hati-hati dan kadang-kadang “di bawah selimut.”

“Seperti yang mereka katakan, dinding memiliki telinga, dan mata-mata berada di mana-mana,” kata Dhimitri. Anak-anaknya memahami secara naluriah tidak berbicara tentang iman Katolik mereka.

“Kami berdoa di rumah secara pribadi, tanpa dilihat tetangga,” kata Dhimitri, seraya menambahkan, “Banyak umat Katolik dan Ortodoks berdoa diam-diam … dan Muslim, juga.”

“Saat Natal atau Paskah kami memasak daging ayam, atau membuat kue,” katanya, “tapi kami merayakannya secara sembunyi-sembunyi” selama bertahun-tahun.

Dia mengatakan suaminya, kini telah meninggal, dibesarkan dalam Kristen Ortodoks tetapi ia bergabung dengan Partai Komunis setelah Perang Dunia II. Dia tidak berdoa, kata Dhimitri, tetapi tidak pernah  menghalangi dia atau anak-anaknya berdoa di rumah.

“Dia menjadi kecewa dan benci dengan partai itu, setelah ia melihat bagaimana partai itu bekerja. Tapi, dia tetap seorang anggota,” katanya.

“Ketika Anda berasal dari Shkoder, dengan nama Maria, semua orang tahu Anda beragama Katolik,” katanya.

Di bawah larangan agama, Gereja Hati Kudus diubah menjadi “sebuah bioskop, dan kemudian teater dan akhirnya menjadi sebuah klub”.

Setelah jatuhnya komunisme di Albania di awal tahun 1990-an, gereja-gereja dan masjid di seluruh negeri itu mulai dibuka kembali.

Gereja itu benar-benar rusak. “Saat hujan, gereja itu bocor. Di dalam gereja hanya terdapat sebuah meja,” kenang Dhimitri.

Dia mengorganisir paduan suara kecil untuk anak-anak dan mengajar mereka cara bernyanyi.

“Suaraku adalah organ itu,” katanya.

Imam Italia menyumbangkan organ itu, yang Dhimitri telah bermain untuk Misa. Sejak itu ia melayani Misa setiap hari, kecuali ia sakit atau kendala lain, katanya, seraya menambahkan, “Saya merasa saya mempersembahkan sesuatu yang indah bagi Gereja.”

Dia mengatakan bahwa salah satu yang pertama datang ke Misa dan mendengar dia bermain piano setelah gereja itu dibuka kembali adalah Beata Teresa dari Kolkata, seorang Albania paling terkenal di dunia.

“Dia ramah dan seperti orang kudus serta memberkati saya dan anak-anak saya,” kenang Dhimitri.

Meskipun banyak kesulitan, Dhimitri bersikeras Tuhan telah memberikan keajaiban: anak dan cucunya. “Dan fakta bahwa saya dalam keadaan sehat dan terus datang ke gereja ini dan bermain piano,” tambahnya.

Sumber: How one woman’s faith survived 23 years of Communist repression

 

  • bernardus wato ole

    Luar biasa kesaksian ini. Saya mengakui sungguh bahwa iman seorang wanita jauh lebih bertahan menghadapi kesulitan daripada seorng pria.

  • rita singgih

    saya jadi malu pada diri saya

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online