UCAN Indonesia Catholic Church News

Polisi gelar rekonstruksi kasus pelemparan molotov di gereja

13/05/2013

Polisi gelar rekonstruksi kasus pelemparan molotov di gereja thumbnail

Ilustrasi

 

Penyidik Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar menggelar rekonstruksi kasus pelemparan molotov di sejumlah gereja di Kota Makassar, Minggu (12/5/2013). Rekonstruksi awal digelar di Gereja Tirta Malengkeri, Jl Muhajirin Raya Lorong II, Kecamatan Tamalate, sekitar pukul 10.00 Wita.

Dalam rekontruksi, penyidik Polrestabes menghadirkan tersangka utama, Nur Ansyari alias Arif Katombo (17), yang ditangkap di Bandara Haluoleo, Kendari Sultra belum lama ini. Gereja Tirta dilempari 9 Februari 2013 dan merupakan kasus pertama dari beberapa rentetan teror bom Molotov ke beberapa gereja di Makassar.

Saat kejadian, tersangka bersama tiga rekannya yang hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Tersangka bersama 3 rekannya mengendarai sepeda motor dan yang melakukan pelemparan ke halaman Gereja Tirta. Hanya saja, Polisi belum bisa memberikan motif dibalik pelemparan yang dilakukan tersangka bersama tiga rekan lainnya.

Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Wisnu Sendjaja mengatakan, tersangka merupakan pelaku pelemparan dan dalam rekontruksi itu ada lima adegan yang diperagakan dengan menggunakan sepeda motor bersama tiga orang rekannya.

“Dalam rekontruksi, ada lima adegan yang diperagakan selama 10 menit. Para pelaku mengendarai sepeda motor dan berhenti di depan gerbang gereja. Setiba di depan gerbang mereka lalu membakar sumbu molotov dan melemparkan sekali ke halaman gereja,” katanya, Minggu (12/5), seperti dilansir tribunnews.com.

Fakta lain, katannya, belum ada yang baru dari rekonstruksi yang digelar kemarin. Namun, pihaknya akan melanjutkan rekonstruksi hari ini, Senin (13/5) ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl Samiun. “Dari situ baru kita cocokkan keterangan tersangka dengan di lapangan,” ungkapnya.

Pelemparan molotov mengaku dibayar

Menurut keterangan polisi, pelaku pelembaran molotov mengaku bahwa mereka dibayar.

“Masih terus kita selidiki motif dibalik semua ini, karena pelaku mengaku dibayar oleh orang tertentu,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Ajun Komisaris Besar Eko Wagiyanto, Minggu (12/5/2013).

Ia mengatakan penyidik terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap beberapa pelaku lainnya.

Ia menambahkan, semua tersangka sudah menjalani pemeriksaan di penyidik. Hasil pemeriksaan itu, pelaku mengaku aksi pelemparan yang dilakukan menggunakan bom molotov dilakukan atas suruhan orang tertentu. Hanya saja, motifnya belum dapat kami publikasikan.

Saat ditanyakan berapa besar jumlah bayaran yang diberikan, ia mengatakan bervariasi tergantung apa sasarannya. Namun, siapa yang membayar itu masih dilakukan penyidik.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online