UCAN Indonesia Catholic Church News

Polisi tolak bebaskan aktivis anti-pelecehan anak

05/06/2013

Polisi tolak bebaskan aktivis anti-pelecehan anak thumbnail

 

Polisi Cina telah menolak untuk membebaskan seorang aktivis yang ditahan berhari-hari setelah ia melakukan aksi protes terkait kegagalan para pejabat untuk mengatasi kekerasan seksual terhadap anak.

Para pejabat mengatakan Ye Haiyan secara sengaja melukai tiga wanita dalam sebuah perkelahian dan bersikeras kasus ini tidak ada hubungannya dengan aksi protesnya. Tapi, para pendukungnya yakin kasus ini adalah pembalasan atas kampanye dan Ye mengatakan bahwa sebelum penahanannya sejumlah orang menyerbu ke rumahnya dan ia dipukuli di depan anaknya. Mereka meninggalkan wanita itu ketika dia mengambil pisau. Dia yakin bahwa mereka dikirim oleh otoritas lokal.

Ye, seorang aktivis terkenal, adalah salah satu dari beberapa orang yang mengadakan aksi protes di luar kantor pemerintah di Wanning, Provinsi Hainan, terkait kasus kepala sekolah dan pejabat yang dituduh memperkosa para siswi.

Staf di kantor polisi setempat mengatakan kepada The Guardian bahwa malam itu ia tidak ditahan, tapi ia hanya diminta keterangan. Pada Senin mereka menolak untuk menjawab pertanyaan media, lapor media tersebut.

Phoenix News melaporkan bahwa Ye telah menerima 13 hari penahanan administratif dan denda 500 yuan.

Menurut Global Times, polisi mengklaim bahwa 11 orang pergi ke rumahnya akibat konflik tahun lalu, dan dia dengan sengaja melukai tiga wanita.

Pengacaranya, Wang Quanping, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa permintaannya untuk menangguhkan penahanan telah ditolak.

“Polisi setempat menelepon saya sekitar tengah hari untuk menyampaikan bahwa aplikasinya ditolak, seraya mengatakan Ye harus mengajukan permohonan, dan harus menyediakan jaminan. Namun, putri Ye yang baru berusia 13 tahun, tidak bisa menyediakan jaminan,” katanya.

Nicholas Bequelin, peneliti senior Human Rights Watch di Asia mengatakan: “Semua tampaknya telah diatur sehingga mereka bisa menahannya selama 15 hari.”

“Dia adalah korban: dia diserang dan dia mendokumentasikan apa yang terjadi. Jika polisi memiliki bukti meyakinkan, harus menunjukkan. Kenyataan dia sekarang ditahan tampaknya menjadi taktik untuk membungkamnya terkait masalah kekerasan seksual terhadap anak-anak sekolah.”

Dia mengatakan dia menganggap kasus itu sebagai serangan terhadap hak-hak perempuan dan Ye adalah aktivis terkenal dan vokal.

Ye sebelumnya mengatakan bahwa ia yakin para pejabat telah berusaha untuk menekan dirinya.

Dia terkenal karena mendukung hak-hak pekerja seks, ia meninggalkan tugasnya sebagai orangtua dan guru serta memutuskan untuk melindungi anak-anak dari pelecehan seksual.

The South China Morning Post melaporkan orangtua korban ingin mengajukan tuntutan terhadap polisi karena melalaikan tugas dan membuat mereka tertekan.

Sumber: Chinese police refuse to free child abuse campaner

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online