UCAN Indonesia Catholic Church News

MUI: Haram masuk sekolah non Muslim

13/06/2013

MUI: Haram masuk sekolah non Muslim thumbnail

Ilustrasi

 

Menjelang musim penerimaan siswa baru sekoah-sekolah dasar dan menengah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tegal mengeluarkan fatwa tegas yang mengharamkan orang tua atau keluarga Muslim mendaftarkan anaknya di sekolah-sekolah yang dikelola yayasan non-Muslim.

“Dalam Musda MUI Kota Tegal yang berlangsung akhir April 2013 tersebut, kita memang mengeluarkan fatwa seperti itu,” jelas Ketua MUI Kota Tegal Harun Abdi Manaf, Selasa (11/6).

Harun menyebutkan, keluarnya fatwa tersebut bukannya tanpa alasan. Tapi dilandasi keprihatinan atas perkembangan dunia pendidikan di Kota Tegal dan upaya menyelamatkan anak-anak dari keluarga Muslim.

Dia menyebutkan, keluarnya fatwa tersebut dilatarbelakangai beberapa kejadian yang menimpa dunia pendidikan di Kota Tegal. Antara lain, adanya penolakan dari sekolah non-Muslim untuk menerima guru Muslim mengajar di sekolah itu.

Peristiwa penolakan guru Muslim dilakukan sekolah milik yayasan non-Muslim cukup ternama, pada awal 2013. Kasus tersebut, menurut Harun, sebenarnya sudah dilaporkan MUI ke Kantor Kementerian Agama Kota Tegal, bahkan juga dilaporkan ke Kementerian Agama Pusat.

Untuk itu, pihak Kantor Kementerian Agama Kota Tegal sudah memberikan beberapa kali teguran ke sekolah bersangkutan. “Namun teguran-teguran tersebut, tetap diabaikan pihak sekolah,” katanya.

Bukan hanya persoalan itu yang memaksa MUI akhirnya mengambil sikap tegas. Dalam pertemuan dengan Komisi I DPRD Kota Tegal di mana Harun juga duduk sebagai Wakil Ketua Komisi I, pihak sekolah non-Muslim tersebut juga tidak mau memberikan pelajaran agama sesuai dengan keyakinan agama siswanya.

“Seluruh siswa di sekolah non-Muslim itu, hanya mendapat pelajaran agama yang menjadi dasar keyakinan sekolah tersebut. Bahkan semua pelajar non-Muslim yang sekolah di sekolah tersebut, diwajibkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan agama yang diselenggarakan sekolah tersebut,” katanya menjelaskan.

Bahkan ketika Komisi I dan Kantor Kementerian Agama mendesak agar sekolah tersebut menyediakan pendidikan agama sesuai keyakinan masing-masing siswa yang di sekolah non-Muslim, pihak sekolah tetap menolak melakukannya.

Alasannya, ada surat dari Yayasan yang menyatakan seluruh siswa di sekolah non-Muslim tersebut hanya akan diberikan pelajaran agama yang menjadi dasar pendirian sekolah. Dengan demikian, semua keluarga Muslim yang menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut, dianggap sudah memahami ketentuan ini.

Harun menyebutkan, MUI Kota Tegal sudah mengingatkan ketentuan tersebut menyalahi ketentuan yang sudah digariskan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah.

Dalam salah satu ketentuannya, penyelenggara sekolah wajib menyediakan atau memberikan pendidikan agama sesuai dengan keyakinan agama masing-masing siswa. Ketentuan ini, juga sudah diterapkan sekolah-sekolah Muslim di Kota Tegal, seperti sekolah-sekolah milik yayasan pendidikan Muhammadiyah.

Di sekolah itu, siswa yang non-Muslim diberikan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya.  “Meski pun sudah diingatkan mengenai ketentuan itu, pihak sekolah non-Muslim ternyata tetap mengabaikan,” tuturnya.

Berdasarkan kondisi itulah, MUI Kota Tegal akhirnya mengeluarkan fatwa yang melarang anak-anak dari keluarga Muslim untuk menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah milik yayasan non-Muslim.

“Dengan demikian, keluarnya fatwa MUI bukan karena kita tidak bisa bersikap toleran. Tapi memang ada latar belakangnya,” kata Harun menjelaskan.

Di Kota Tegal, ada beberapa sekolah yang dikelola yayasan pendidikan non-Muslim. Bahkan ada salah satu yayasan non-Muslim yang mengelola sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA.

Sumber: republika.co.id

  • Elyas Joseph

    Fatwa MUI tidak bersifat wajib. Orangtua siswa yang Muslim tahu betul bagaimana fatwa-fatwa MUI di era reformasi ini. Dan mereka pasti memilih sekolah KATOLIK ketimbang sekolah-sekolah berlabel ISLAM, sebab kualitas sekolah-sekolah KATOLIK pasti jauh lebih unggul, dan urusan haram mengharamkan bukan wewenang MUI…tapi pemilik langit…

  • Hansel

    Pemikiran yg weird. Ibaratnya gerai Samsung kok
    disuruh jual product Nokia.

  • albert

    muhammadiyah menyediakan guru non muslim ?

    bohong itu berdosa lhooooo……………………….

  • Arnox

    Aneh, masak sekolah Kristen/Katolik harus mengajarkan agama bukan Kristen/Katolik? Mana ada sekolah Islam (MI/MTs/dsb) yang mengajarkan agama selain Islam?

    Saya dukung fatwa MUI tersebut. Memang lebih baik demikian daripada harus “mengacak-acak” sekolahnya, seperti yang terjadi pada sekolah Katolik di Blitar.

  • Leonardus Tumuka

    Sekolah Katolik tidak perlu mundur dari fatwa MUI yang ada, melainkan tetap berpegang teguh pada aturan yang ada. Jangan mundur walaupun langit akan terbelah menjadi dua. TUHAN AKAN SENANTIASA MELINDUNGI..

  • PantaD

    aneh yach, MUI kok bisa seenak jidat bikin fatwa haram, dah kayak TUHAN aja,

  • TES

    OK KALO SEKOLAH KATOLIK/KRISTEN ADA PELAJARAN AGAMA LAIN TAPI DG SYARAT PESANTREN EN MADRASAH DITERAPKAN HAL YANG SAMA

  • Maman Sutarman

    Perlu direfleksikan: Gereja selalu menuntut…tapi tidak mau terbuka, dengan alasan ada aturan ttg yayasan dengan ciri khas.? Bagaimana ini ? Mengapa tidak kita mulai terbuka, asal kita yang carikan Gurunya? Di beberapa yayasan lain, juga ada yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak non katolik, toh tak masalah…justru menjadi ajang dialog. Kalau tak mau repot, usul saja agar pelajaran agama dihapus..

  • ian

    orang tua pasti tau sekolah mana yang bagus dan kualitas mutu pendidikannya maju, keluargaku kuliah di pts muslim ada aturannya setiap kuliah pakai jilbah mata kuliah agama harus ikut.

  • ester

    Masalahnya, setiap sekolah yang didirikan punya visi misi sendiri, termasuk nilai-nilai yang mereka ikuti. Dan tentu saja diawal sudah disetujui oleh para calon murid dan orang tuanya bahwa mereka akan mengikuti pelajaran agama dari sekolah tersebut.
    Jadi kita tidak bisa menuntut sekolah tersebut utk menyediakan guru non-katolik/kristen.

    Jadi ikuti saja fatwa haram MUI, para orang tua tau mana sekolah yang baik untuk anak2nya…

    Sepertinya yang menuntut di sini justru bukan dari gereja, tp dari pihak muslim sendiri.

  • Jose

    kurang setuju dengan kata “haram”, mungkin “dilarang” aja lebih bagus,

    lagian orang tua sudah pasti tau kok mana sekolah bagus dan mana yang ga??

    trs kalau guru muslim ga boleh ngajar di sekolah kristen dsb, mang skolah muslim kaya Muhamadiyah, Al_Azhar membolehkan guru Kristen dsb.

    statement MUI tegal ini yang memacu timbulnya perbedaan, jadi seharusnya ditinjau lebih baik lagi lah sebelum di publikasikan lain kali.

  • bestly

    Ya…selama tidak dilarang dan dihukum oleh Negara…cuekin aja. MUI kan mau tunjukin bahwa dia exist.

  • FPI

    MUI kampungan

  • ANS

    Gimana Indonesia mau maju yah kalau pemikirannya masih mengkotak kotakan… Kalau memang mau mengkotak kotakan… gimana kalau org NON dilarang membantu kaum Muslim ? gimana nasib Bangsa ini yah kalau kayak gitu ? siap jadi perang saudara deh yang akhirnya indonesia jd negara miskin dan terbelakang lagi…. siap2 ngungsi keluar negeri aja yuk

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online