UCAN Indonesia Catholic Church News

Cina akan menghukum mati perusak lingkungan

19/06/2013

Cina akan menghukum mati perusak lingkungan thumbnail

 

Mahkamah Agung (MA) Cina telah mengumumkan akan menggunakan hukuman mati untuk menghukum para pelanggar lingkungan yang serius, beberapa hari setelah pemerintah menetapkan hingga tahun 2017 sebagai periode untuk mengurangi emisi karbon sebesar 30 persen.

MA mengatakan keputusan itu menjadi “senjata hukum yang kuat” demi penegakan standar lingkungan, sebagai kepedulian global akibat peningkatan emisi negara itu.

Tahun 2010 saja, 1,2 juta orang meninggal akibat polusi, dengan penyebab utama pembangkit listrik tenaga batu bara. Pertambangan juga menjadi faktor kunci.

Pemerintah, yang secara historis telah enggan untuk merilis angka polusi, telah mengakui bahwa masalah itu memburuk secara dramatis, di mana statistik polusi dari Januari tahun ini menunjukkan peningkatan 30 persen ketimbang tahun 2012.

Beijing semakin khawatir bahwa krisis ini bisa berdampak pada destabilisasi negara itu. Masalah ini dilaporkan meningkat dalam diskusi antara Presiden AS Barrack Obama dan Perdana Menteri Cina Xi Jinping bulan lalu, maka Partai Komunis khawatir bahwa hal itu bisa menimbulkan kerusuhan sipil.

Namun, apa kriteria yang digunakan MA untuk menjelaskan pelaku polusi lingkungan masih harus dilihat. Kemajuan ekonomi Cina, yang telah menjadi penyebab utama dalam perluasan industri, telah secara agresif didorong oleh pemerintah dan elit bisnis, meskipun ada kemungkinan bahwa pelaku polusi akan terlindungi dari hukuman.

Kantor Berita Xinhua, yang dikelola negara itu mengutip penjelasan MA dengan mengatakan bahwa “perhatian khusus akan diarahkan kepada perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menggunakan limbah zat beracun dan berbahaya, atau terletak di lingkungan yang sensitif di mana kecelakaan pencemaran lingkungan besar telah terjadi selama satu atau dua tahun lalu.”

Sumber: China promises death penalty for polluters

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online