UCAN Indonesia Catholic Church News

Malala, remaja korban penembakan Taliban berbicara di PBB

15/07/2013

Malala, remaja korban penembakan Taliban berbicara di PBB thumbnail

 

Malala Yousafzai berbicara di PBB pada Jumat, sembilan bulan setelah seorang pria bersenjata dari kelompok Taliban memuntahkan peluru di kepalanya karena dia melakukan kampanye pendidikan anak perempuan di Pakistan.

 [Malala diundang untuk merayakan ulang tahunnya ke-16 dan menyampaikan pidato publik pertamanya sejak kesembuhan ajaib akibat serangan di sebuah bus sekolah di dekat rumahnya di Lembah Swat, Pakistan.]

Para dokter harus mengeluarkan peluru dari kepalanya dan pendengarannya sangat menurun. Tapi, Malala telah menjadi superstar global dan akan difavoritkan untuk meraih Nobel Perdamaian termuda.

Dia telah dinobatkan sebagai salah satu orang paling berpengaruh oleh majalah Time tahun 2013.

“Gadis remaja yang terluka parah ini menjadi simbol tidak hanya untuk hak perempuan bagi pendidikan, tapi mendorong kita untuk melakukan sesuatu tentang hak dan pendidikan bagi anak perempuan dengan segera,” kata mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, utusan khusus PBB untuk pendidikan, yang menyelenggarakan Hari Malala Internasional.

“Tidak akan ada kompromi terkait ekstremis agama yang mengatakan para gadis tidak boleh pergi ke sekolah atau berhenti bersekolah,” katanya kepada Brown CBS News.

Malala berharap pidatonya bisa digunakan di majelis PBB dan menjadi rujukan pidato Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan semua pemimpin dunia.

Dia juga akan menyerahkan petisi kepada Ban yang ditandatangani oleh lebih dari 330.000 orang yang menyerukan kepada 193 negara anggota PBB untuk membiayai guru, sekolah dan buku untuk memenuhi tujuan pendidikan.

PBB memperkirakan bahwa 57 juta anak usia sekolah dasar tidak mendapatkan pendidikan – setengah dari mereka tinggal di negara-negara yang mengalami konflik seperti Suriah.

“Para siswa dan guru di seluruh dunia diintimidasi dan dilecehkan, cedera, diperkosa, dan bahkan dibunuh. Sekolah dibakar, dibom, dan dihancurkan,” kata Diya Nijhowne, direktur Global Coalition to Protect Education from Attack.

Nijhowne juga menyoroti serangan mengerikan di Nigeria utara pekan lalu.

Sejumlah pria bersenjata dari kelompok Islam Boko Haram masuk ke asrama sekolah dasar dan menewaskan 41 siswi dan satu guru sebelum mereka membakar gedung tersebut.

Menurut laporan tahunan Ban tentang anak-anak di daerah konflik, 115 sekolah diserang di Mali, 321 sekolah di Palestina, 167 sekolah di Afghanistan dan 165 sekolah di Yaman.

Sekolah juga menjadi target di Pakistan ketika Malala mulai menulis buku harian pada usia 11 tahun, dengan nama samaran Gul Makai, dan diterbitkan di BBC edisi bahasa Urdu.

Malala dan keluarganya meninggalkan Swat yang dikuasai Taliban. Ketika mereka kembali, mereka menjadi tujuan ancaman oleh kelompok militan sebelum serangan pada 9 Oktober tahun lalu.

Keluarganya kini tinggal di Birmingham, Inggris di mana gadis itu telah menjalani operasi dan rehabilitasi.

Sumber: Malala defies Taliban to take world stage

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online