UCAN Indonesia Catholic Church News

PBB didesak mengatasi krisis HAM di Korea Utara

30/07/2013

PBB didesak mengatasi krisis HAM di Korea Utara thumbnail

 

Setelah 60 tahun berakhirnya Perang Korea, sekitar 200.000 tahanan politik masih ditahan di Korea Utara, demikian kelompok hak Christian Solidarity Worldwide (CSW) pada akhir pekan.

Untuk menandai peringatan gencatan senjata pada 27 Juli 1953, CSW memperbaharui seruannya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk “mengatasi krisis HAM berat di Korea Utara.”

Satu-satunya pelanggaran banyak dari mereka di kamp-kamp penjara adalah para anggota keluarga yang telah dituduh melakukan kejahatan politik, kata CSW.

Para pembelot memperkirakan bahwa 70 persen dari tahanan mengalami kekurangan gizi, penyiksaan, perkosaan dan eksekusi publik adalah biasa.

Ada juga kekurangan gizi di luar kamp akibat kontrol ketat pemerintah terhadap pangan, seiring dengan gagal panen terakhir akibat badai dan banjir.

CSW menyerukan Cina memenuhi kewajibannya berdasarkan Konvensi PBB tentang pengungsi dengan menghentikan praktek untuk mengembalikan para pembelot Korea Utara yang melintasi perbatasan.

CSW juga mendesak BBC World Service untuk membangun siaran untuk Korea Utara, seperti yang direkomendasikan dalam debat di parlemen Inggris, majelis tinggi parlemen, pada Januari. BBC mengatakan mereka tertarik, tapi membutuhkan sumber daya yang relevan.

“Pelanggaran hak asasi manusia mengerikan setiap hari oleh rezim Korea Utara terhadap rakyatnya sendiri, termasuk orang Kristen, yang secara khusus ditargetkan terkait iman mereka,” kata Benedict Rogers, ketua tim CSW Asia Timur.

Dia mendesak rezim tersebut untuk bekerja sama dengan penyelidikan PBB dan mendesak PBB untuk memastikan penyelidikan dengan sumber-sumber yang memadai.

Sumber: Rights group calls for UN action on North Korea

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online