UCAN Indonesia Catholic Church News

Lebih dari 18 ribu orang dukung petisi pembubaran FPI

01/08/2013

Lebih dari 18 ribu orang dukung petisi pembubaran FPI thumbnail

 

Sebuah petisi yang mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membubarkan Front Pembela Islam (FPI), kelompok Islam­ garis keras yang sering terlibat dalam aksi kekerasan, sudah ditandatangani oleh 18.948-an orang hingga Kamis (1/8) dan diperkirakan bakal terus bertambah.

Petisi online pada situs www.change.org itu dimulai pada Februari 2013 yang digagas oleh Ratna Sarumpaet, seorang aktivis dan pendiri Ratna Sarumpaet Crisis Centre (RSCC), sebuah lembaga yang fokus pada masalah sosial dan pelanggaran HAM.

Pendukungnya meningkat tajam pasca terjadinya kericuhan antara FPI dan warga di Kendal, Sukorejo, Jawa Tengah, 18 Juli lalu, setelah terjadinya sweeping oleh FPI terhadap tempat-tempat hiburan yang dibuka selama Ramadan. Kericuhan tersebut menyebabkan seorang perempuan meninggal karena tertabrak mobil FPI yang kemudian membuat warga Kendal marah dan membakar mobil tersebut serta tiga mobil FPI lainnya dirusak.

Sarumpaet yang hingga kini terus mengkampayekan petisinya lewat media sosial mengatakan, petisi ini digagas untuk melawan aksi FPI yang sering melakukan kekerasan yang meresahkan masyarakat, juga menyebarluaskan rasa permusuhan dan kebencian.

Mengomentarai aksi FPI  selama ini yang sering menggunakan dalih memberantas maksiat, minuman keras dan tempat-tempat hiburan malam, menurutnya itu bukanlah domain FPI.

“FPI tidak bisa berantas apapun dengan cara-cara yang rasis, melanggar hukum dan semena-mena”, tegasnya, sambil menambahkan bahwa “FPI telah merusak citra Indonesia dan citra Islam”.

Dalam petisinya, Ratna mengatakan, dalam sikap dan ucapannya, FPI seolah merasa berhak menentukan dan memaksakan standar moral yang berlaku, dan mereka yang berani menolaknya akan dinyatakan kafir, perusak moral dan perusak alam semesta.

Menurutnya, hal ini diperparah oleh sikap pemerintah yang kasat mata seolah kehilangan wibawa di hadapan FPI sekaligus memperlihatkan nihilnya rasa tanggung-jawab pemerintah melindungi rakyat yang hak asasinya dirampas oleh kesemena-menaan FPI.

Karena perubahan tidak akan turun begitu saja dari langit kecuali rakyat bangkit merebutnya, maka katanya, sudah saatnya masyarakat Indonesia menuntut dengan tegas pembubaran FPI.

Ia meminta Presiden dan jajaran tidak ragu dan tidak menyia-nyiakan tuntuntan dalam petisi ini. “Rakyat menghendaki bangsa ini memiliki kehidupan yang wajar, memiliki hubungan antarmasyarakat yang harmonis, saling menghormati dan damai, dan untuk kepentingan itu seluruh rakyat ada di belakang Bapak dan jajaran  Bapak”.

Sementara itu merespon petisi ini, Ketua FPI Habib Rizieq Shihab mengaku tidak akan terpengaruh.

“Maaf, petisi itu sudah basi dan hanya didukung oleh 18 ribu suara yang tidak jelas”, katanya kepada ucanews.com, Rabu (30/7).

Ia pun mengklaim, pendukung petisi tersebut kalah jauh dibanding dengan petisi dukungan terhadap FPI.

“Petisi Indonesia tanpa Jaringan Islam Liberal untuk dukung FPI dan bubarkan liberal didukung 18 juta suara. Camkan!”, jelasnya tanpa menyebut detail perihal kapan petisi tersebut dibuat.

Sementara terkait aksi sweeping yang kerap mereka lakukan dan dikritik bahwa hal demikian tidak pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW, ia menjelaskan, “Rassullah SAW memang tidak pernah sweeping karena di zamannya tidak ada tempat maksiat seperti sarang pelacuran, pabrik miras, bar tari telanjang, LSM liberal dan sebagainya”.

FPI sering dituduh melakukan kekerasan saat mereka mencoba untuk menegakkan hukum Islam di tengah masyarakat. Pada Januari 2012, mereka melempar batu dan telur busuk ke kantor Menteri Dalam Negeri dalam aksi demonstrasi memprotes pembatalan peraturan tentang minuman keras.

Pada Agustus 2011, anggota FPI merusak sebuah warung di Makassar, Sulawesi Selatan, karena tetap terbuka selama bulan puasa Ramadan.

Hal ini mendorong desakan pembubaran FPI dari sejumlah pihak, juga dari Said Aqil Siradj, Ketua Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), organisasi Islam terbesar pertama di Indonesa.

Siradj menjelaskan, dalam agama Islam, tak ada toleransi untuk semua tindak kekerasan atau tindakan lain yang membuat masyarakat merasa terancam. Ia menegaskan, Islam harus membawa manfaat baik untuk seisi alam semesta.

“Saya setuju FPI dibubarkan, dan kelompok lain yang memberi rasa takut untuk dibubarkan juga,” kata Siradj setelah meresmikan Pondok Pesantren dan Madrasah Aliyah Al-Tsaqafah, di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (28/7).

Sementara itu, Presiden SBY dalam beberapa kesempatan menyentil aksi kekerasan FPI dan menyebut cara-cara seperti itu, ‘bukan cara Islami’.

Namun, anggota DPR dari partai oposisi PDI Perjuangan mengkritik langkah presiden yang hanya memberi pernyataan, tanpa mengambil sikap yang tegas.

“Pernyataan tidaklah cukup. Yang dibutuhkan adah tindakan. Kalau pernyataan saja, maka tampak pemerintah lemah di hadapan mereka (FPI)”, kata Eva Kusuma Sundari, Anggota Komisi III DPR yang menangani masalah hukum dan HAM.

Ryan Dagur, Jakarta

Sumber: Support accelerates for online petition to ban Islamic group

 

 

  • SILVESTER

    seratus untuk ibu ratna s,,GBU

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online