UCAN Indonesia Catholic Church News

Presiden: Sebagai bangsa majemuk, kaum minoritas tidak boleh diabaikan

02/08/2013

Presiden: Sebagai bangsa majemuk, kaum minoritas tidak boleh diabaikan thumbnail

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan optimismenya bahwa tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi yang kuat, adil dan berkelanjutan, politiknya stabil dan berkualitas, serta menghormati norma-norma demokrasi dan HAM, tapi tidak meninggalkan nilai agama dan budaya.

“Kalau kita lulus, kemajemukan itu akan menjadi rahmat yang patut kita syukuri dan banggakan, namun apabila sebaliknya maka kita telah menyia-nyiakan anugerah Allah,”  kata Presiden SBY saat memberikan sambutan pada buka puasa bersama tokoh masyarakat dan ulama Jawa Timur, di Gedung Grahadi, Surabaya, Kamis (1/8), seperti dilansir Antara.

Presiden SBY menegaskan, “Sebagai bangsa yang majemuk kita harus siap menerima perbedaan. Hidup rukun dan damai meskipun ada perbedaan. Sebagai bangsa majemuk, meskipun suara mayoritas lebih banyak menentukan haluan, pilihan-pilihan, apakah kebijakan, program atau strategi, tapi ingat, aspirasi kaum minoritas tidak bisa diabaikan tentu saling hormat menghormati.”

“Kalau ada pertentangan di antara kita,” lanjutnya, “marilah kita selesaikan secara damai, secara berkeadaban.”

Presiden SBY menjelaskan, meskipun 15 tahun kita sudah melaksanakan reformasi, kemajemukan menjadi tantangan bangsa Indonesia. Kemajemukan ini bisa karena agama, karena suku, karena etnis, karena daerah. Demokrasi multi budaya ini juga menimbulkan permasalahan tersendiri.

“Lengkaplah sudah negara kita dalam era transformasi ini, meskipun begitu kita harus tetap optimistis perjalanan bangsa ini menuju ke arah yang benar suatu saat akan berada di tempat yang mulia,” tutur SBY.

Presiden menyampaikan beberapa hal yang harus dipertimbangkan dan perlu mendapatkan perhatian lebih. Dengan bangsa yang majemuk tersebut maka ada keharusan yang disebut dengan imperative bagi bangsa yang hidup dalam kemajemukan.

Presiden SBY menegaskan, sebagai bangsa yang majemuk yang berbeda identitas, jangan pernah ada yang melecehkan atau menistakan nilai-nilai dan simbol yang dimiliki oleh identitas lain.

“Kalau ada pertentangan tersebut, mari utamakan kepentingan bersama, kepentingan bangsa dengan kepentingan yang lebih sempit harus dapat dinomorduakan,” tutur Presiden SBY.

Menurutnya, hal tersebut dapat terwujud dengan dicontohkan dari para tokoh dan pemimpin yang memiliki perbedaan. Hal ini akan membuat teduh, tenang dan damai situasi kondisi umat kita dengan tauladan yang dicontoh oleh para tokoh dan para pemimpin.

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online