UCAN Indonesia Catholic Church News

Paus Fransiskus menyampaikan Selamat Idul Fitri kepada umat Muslim

05/08/2013

Paus Fransiskus menyampaikan Selamat Idul Fitri kepada umat Muslim thumbnail

 

Vatikan telah menerbitkan pesan Paus Fransiskus yang ditujukan kepada umat Muslim di seluruh dunia untuk mengakhiri Ramadan. Tahun ini, umat Muslim merayakan Idul Fitri pada 8 dan 9 Agustus.

Biasanya pesan itu dikeluarkan oleh Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama, Paus Fransiskus mengatakan di awal masa kepausannya bahwa ia secara pribadi ingin mengirim pesan ini kepada umat Muslim di seluruh dunia saat mereka merayakan Idul Fitri.

Dalam pesan tersebut, Paus mengangkat tema refleksi “yang menjadi kepedulian bersama Muslim dan Kristen: Meningkatkan Saling Menghormati melalui Pendidikan.”

Rasa hormat adalah “proses” kebaikan bersama, maka Paus Fransiskus mengajak kaum Muslim dan Kristen untuk menghormati setiap orang “pertama-tama hidupnya, integritas fisiknya, martabatnya dan hak-hak yang berasal dari martabat itu, reputasinya, hartanya, identitas etnis dan budayanya, ide-idenya dan pilihan politiknya. Oleh karena itu kita dipanggil untuk berpikir, berbicara dan menulis dengan penuh hormat tentang orang lain, tidak hanya di hadapannya, tapi selalu dan di mana-mana, menghindari kritik atau pencemaran nama baik yang tidak adil. Keluarga, sekolah, ajaran agama dan semua bentuk media memiliki peran untuk mencapai tujuan ini.”

Bila terjadi kekhawatiran hubungan antaragama, “terutama di antara Kristen dan Muslim,” kata Paus, “kita dipanggil untuk menghormati agama lain, ajaran-ajarannya, simbol-simbolnya, nilai-nilainya. Terutama menghormati para pemimpin agama dan tempat ibadah. Betapa menyakitkan serangan terhadap mereka!”

Terkait pendidikan terhadap orang muda baik Muslim dan Kristen, Paus mengatakan, “kita harus mendidik orang-orang muda kita untuk berpikir dan berbicara dengan menghormati agama-agama lain dan para pengikut mereka, dan menghindari ejekan atau merendahkan keyakinan dan praktek keyakinan mereka.”

Mengulangi “betapa pentingnya dialog dan kerjasama antarumat beragama, khususnya Kristen dan Muslim,” kata Paus Fransiskus, ini perlu “disempurnakan” dan ia menyatakan harapannya bahwa masyarakat kedua agama “bisa menjadi promotor sejati saling menghormati dan membangun persahabatan, khususnya melalui pendidikan.”

 
******************************

 

Berikut ini adalah pesan Paus Fransiskus selengkapnya:

 

Kepada umat Muslim di seluruh dunia

Melalui pesan ini saya turut merasa berbahagia menyambut Anda ketika Anda merayakan Idul Fitri, setelah menjalankan puasa, doa dan sedekah.

Ini adalah sebuah tradisi yang hingga kini masih dijalankan maka pada kesempatan ini Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama mengirim pesan, dengan tema yang diangkat untuk direfleksikan bersama. Tahun ini, pertama Kepausan saya, saya telah memutuskan untuk menandatangani pesan ini dan mengirimkannya kepada Anda, teman-teman Muslim, sebagai ungkapan penghargaan dan persahabatan untuk seluruh umat Muslim, terutama para pemuka agama mereka.

Seperti Anda semua tahu, ketika para Kardinal memilih saya sebagai Uskup Roma dan Gembala Gereja Katolik Universal, saya memilih nama “Fransiskus”, seorang kudus yang sangat terkenal mencintai Allah dan kepada setiap manusia dengan sangat mendalam, yang disebut “persaudaraan universal”. Dia mencintai, membantu dan melayani orang miskin, orang sakit dan miskin, ia juga sangat peduli dengan ciptaan.

Saya sadar bahwa dimensi keluarga dan dimensi sosial diapresiasi khusus bagi umat Islam selama masa ini, dan perlu dicatat bahwa ada kesejajaran tertentu dalam setiap bidang ini dengan iman dan praktek Kristen.

Tahun ini, tema yang saya ingin merefleksikan bersama Anda dan bersama semua yang akan membacakan pesan ini adalah salah satu yang menjadi perhatian bersama di antara Muslim dan Kristen: Meningkatkan Saling Menghormati melalui Pendidikan.

Tahun ini tema itu diangkat untuk menggarisbawahi pentingnya pendidikan dalam cara kita memahami satu sama lain, yang dibangun di atas dasar saling menghormati. “Menghormati” berarti memberikan sikap kasih saying, tenggang rasa, dan penghargaan terhadap orang lain. “Saling” berarti bahwa ini bukan proses satu arah, tetapi sesuatu yang dijalankan bersama oleh kedua pihak.

Kita dipanggil untuk menghormati satu sama lain, pertama-tama seluruh kehidupannya, integritas fisiknya, martabatnya dan hak-hak yang berasal dari martabatnya, reputasinya, hartanya, identitas etnis dan budayanya, ide-idenya dan pilihan politiknya. Oleh karena itu kita dipanggil untuk berpikir, berbicara dan menulis dengan hormat tentang orang lain, tidak hanya di hadapannya, tapi selalu dan di mana-mana, menghindari kritik atau pencemaran nama baik yang tidak adil. Keluarga, sekolah, ajaran agama dan semua bentuk media memiliki peran untuk mencapai tujuan ini.

Terkait saling menghormati dalam hubungan antaragama, terutama di antara Kristen dan Muslim, kita dipanggil untuk menghormati agama lain, ajaran-ajarannya, simbol-simbolnya, nilai-nilainya. Terutama adalah para pemimpin agama dan tempat ibadah. Betapa menyakitkan serangan terhadap mereka!

Itu jelas  ketika kita menghormati agama sesama kita atau ketika kita memberikan mereka harapan baik kita pada kesempatan perayaan agama, kita hanya berusaha untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka, tanpa memandang isi keyakinan agama mereka.

Mengenai pendidikan orang muda Muslim dan Kristen, kita harus membawa orang-orang muda kita untuk berpikir dan berbicara dengan menghormati agama-agama lain dan para pengikut mereka, dan menghindari ejekan atau merendahkan keyakinan dan praktek keyakinan mereka.

Kita semua tahu bahwa saling menghormati adalah sesuatu yang fundamental dalam hubungan manusia, terutama di kalangan para penganut agama. Dengan cara ini, persahabatan yang tulus dan abadi dapat bertumbuh.

Ketika saya menerima Korps Diplomatik untuk Takhta Suci pada 22 Maret 2013, saya mengatakan: “Tidak mungkin menjalin hubungan dengan Allah, sementara mengabaikan orang lain. Oleh karena itu dialog adalah penting dan diintensifkan di kalangan berbagai agama, khususnya dialog dengan Islam. Pada Misa menandai awal pelayanan saya, saya sangat menghormati kehadiran begitu banyak pemimpin pemerintah dan agama dari dunia Islam. “Dengan ini, saya ingin menekankan sekali lagi betapa pentingnya dialog dan kerjasama antarumat beriman, khususnya Kristen dan Muslim, dan kebutuhan untuk itu harus ditingkatkan.

Melalui pesan ini, saya mengulangi kembali harapan saya bahwa semua orang Kristen dan Muslim menjadi promotor sejati dengan saling menghormati dan membangun persahabatan, khususnya melalui pendidikan.

Akhirnya, saya mengirimkan Anda dengan doa-doa saya, memuliakan Tuhan dan memberikan sukacita hidup Anda kepada orang-orang di sekitar Anda.

Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada Anda semua umat Muslim!

Dari Vatikan, 10 Juli 2013

Paus Fransiskus

 

Sumber: radiovaticana.va

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online