UCAN Indonesia Catholic Church News

Tontowi/Butet dan refleksi keberagaman Indonesia

12/08/2013

Tontowi/Butet dan refleksi keberagaman Indonesia thumbnail

 

Selebrasi kemenangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di Kejuaraan Dunia  seperti mengingatkan kembali kesuksesan bulu tangkis sebelumnya dan menjadi refleksi keberagaman  Indonesia.

Tontowi yang beragama Muslim dan Liliyana yang beragama Katolik mengucapkan syukur atas keberhasilan mereka mengalahkan ganda China, Xu Chen/Ma Jin di final yang berlangsung di Tianhe Indoor Stadium, Guangzhou dengan cara masing-masing.

Tontowi Ahmad memang dilahirkan dalam lingkungan yang islami di Sampyuh, Banyumas pada 18 Juli 1987. Sementara Liliyana dilahirkan dengan keyikanan Katolik di Manado pada 9 September 1985.

Selebrasi dengan keyakinan masing-masing ini tidak asing bagi para peminat bulu tangkis Indonesia pada masa lalu baik yang menyaksikan langsung di stadion mau pun melalui siaran televisi. Yang paling sering terlihat  dan diabadikan melakukan selebrasi dan ucapan syukur atas kemenangan ini adalah ganda legendaris Ricky Subagja/Rexy Mainaky. 

Setiapkali memenangi pertandingan, Rexy yang merupakan penganut agama Kristen Protestan selalu  bersujud dan mengatupkan tangannya. Sementara sebagai seorang muslimin, Ricky Subagja  mengucapkan syukur dengan  menengadahkan kedua tangannya.

Foto Ricky/Rexy tengah berdoa atas kemenangan mereka pernah menjadi headline media massa dalam dan luar negeri pada dekade 1990-an. Kita ingat setelah berhasil menjadi juara Olimpiade di Atlanta 1996, Rexy langsung bersujud sebelum menghambur untuk memeluk pelatih mereka, Christian Hadinata.

Begitu pun ganda putera lainnya, Hendra Setiawan/Markis Kido. Semasa berpasangan, juara Olimpiade Beijing tahun 2008 ini, juga mengucapkan syukur dengan keyakinan masing-masing  sebelum melakukan selebrasai bersama pelatih atau anggota tim Indonesia lainnya.

Justru keberagaman yang tampaknya  menjadi  kunci keberhasilan bulu tangkis Indonesia selama beberapa dekade.

Sumber: tribunnews.com

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online