UCAN Indonesia Catholic Church News

Utusan Vatikan desak perdamaian ‘inklusif’ pada peringatan bom atom di Jepang

14/08/2013

Utusan Vatikan desak perdamaian ‘inklusif’ pada peringatan bom atom di Jepang thumbnail

 

Seorang pejabat tinggi Vatikan menegaskan kembali penolakan Gereja Katolik terkait senjata atom selama kunjungan ke Jepang untuk memperingati 68 tahun tragedi serangan bom ke Hiroshima dan Nagasaki pada pekan lalu.

Peter Kardinal Kodwo Appiah Turkson, Presiden Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian, Vatikan, berada di Jepang selama lima hari dari 5-9 Agustus untuk berpartisipasi dalam “Sepuluh Hari untuk Perdamaian”, yang diselenggarakan setiap tahun oleh semua keuskupan di Jepang.

Dia menggunakan kesempatan tersebut tidak hanya berdoa bagi para korban bom atom, namun menegaskan dampak akibat perang dan mendesak para pemimpin agama untuk menjadi pembawa damai.

Pada 5 Agustus, Kardinal Turkson pertama menyampaikan doa di Atomic Bomb Memorial Mound in Hiroshima Peace Memorial Park bersama dengan sekelompok peziarah dari seluruh Jepang. Ia kemudian bergabung dalam pawai bersama sejauh dua kilometer dari lokasi tersebut menuju Catholic Memorial Cathedral for World Peace.

Pada 6 Agustus ia bergabung dengan Buddha, Protestan dan Shinto pada peringatan bom atom Hiroshima.

Dalam sebuah pidato pada jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Dialog Antaragama untuk Perdamaian Dunia, Kardinal Turkson mengajak agama-agama dunia, serta orang-orang sekuler saat ini, agar tidak menyerah pada “penderitaan”.

“Bingung dan putus asa, kita tergoda untuk memahami penderitaan sebagai siksaan, hukuman, atau nasib buruk. Penderitaan yang tidak masuk akal tersebut akhirnya bisa mengalahkan kita,” katanya.

Pejabat Vatikan itu menekankan bahwa untuk membangun perdamaian yang nyata dan abadi tidak ada alasan manusia harus mengalami “penderitaan akibat pengucilan, kekurangan, ketidakadilan dan kekerasan.”

“Pembangunan perdamaian’ dapat terwujud kalau ada keharmonisan dan kebahagiaan dapat dicapai dalam masyarakat,” kata kardinal itu mengutip Paus Fransiskus. 

Kardinal Turkson kemudian melanjutkan perjalanan ke Nagasaki di mana ia mengambil bagian pada upacara peringatan lintas agama di Ground-Zero Park sebelum merayakan Misa pada 9 Agustus untuk memperingati korban bom atom di kota itu.

Sepuluh Hari untuk Perdamian diperingati setiap tahun, selain sebagai peringatan akan tragedi tersebut, juga sebagai kesempatan untuk menyerukan perdamaian dunia.

“Sepuluh Hari untuk Perdamian” yang diperingati mulai dengan serangan bom atom ke Hiroshima pada 6 Agustus 1945, dilanjutkan dengan serangan bom atom ke Nagasaki tiga hari kemudian, dan berakhir dengan penyerahan Jepang kepada Sekutu pada 15 Agustus.

Sepuluh Hari untuk Perdamaian mulai secara resmi diadakan ketika Paus Yohanes Paulus II mengeluarkan seruan untuk perdamaian di Hiroshima tahun 1981.

Sumber: Vatican envoy urges ‘inclusive’ peace during atomic bomb anniversaries

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online