UCAN Indonesia Catholic Church News

Sistem pemantauan diluncurkan untuk mengatasi konflik, kekerasan

26/08/2013

Sistem pemantauan diluncurkan untuk mengatasi konflik, kekerasan thumbnail

 

Dalam upaya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan akses yang mudah terkait data kekerasan dan konflik, Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat bekerjasama dengan Bank Dunia dan  Habibie Center, meluncurkan Sistem Nasional Pemantauan Kekerasan (SNPK), sebuah website yang menyediakan catatan konflik dan kekerasan di seluruh tanah air.

“Orang-orang mungkin bertanya, mengapa kementerian itu  mengumpulkan data tentang konflik. Ternyata bahwa hal yang paling penting yang menghambat kesejahteraan bangsa adalah konflik,” demikian Wakil Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat  Willem Rampangilei kepada wartawan, belum lama ini.

Willem mengatakan bahwa minimnya aksesibilitas ke data konflik dan kekerasan merupakan alasan utama mengapa kementerian itu menjadikan situs SNPK sebagai prioritas.

“Lembaga lain termasuk Polri harus memiliki data yang sama, tapi masalahnya adalah bahwa data tidak mudah diakses, bahkan termasuk kami [pemerintah],” katanya.

 “Kami bertujuan menyediakan data yang dapat diakses bagi pemerintah sebagai dasar  dalam pembahasan kebijakan, serta untuk masyarakat termasuk masyarakat sipil, yang berniat untuk melakukan penelitian,” katanya.

“Kami harus mengubah paradigma dan mulai untuk lebih fokus pada pencegahan daripada tindakan responsif dalam mengendalikan konflik.”

Pada Desember tahun lalu, kementerian itu resmi meluncurkan website dengan data terbatas hanya 9 provinsi rawan konflik, termasuk Aceh, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan DKI Jakarta.

Pada Selasa pekan lalu, kementerian itu meluncurkan situs tersebut  untuk empat provinsi tambahan, yaitu Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Website, http://snpk-indonesia.com/ bertujuan untuk memberikan informasi bulanan yang terus diperbaharui tentang  konflik dan kekerasan (1998-2013), termasuk konflik sumber daya alam, pemerintahan, pemilu, separatisme dan kekerasan dalam rumah tangga. Situs ini juga menyediakan laporan analisis dari Habibie Center.

Menurut Willem, kementerian itu  mengumpulkan data dari kedua lembaga penegak hukum serta media setelah verifikasi.

Sana Jaffrey, manajer proyek  SNPK dari Bank Dunia mengatakan bahwa meskipun menyediakan metodologi dan sistem, Bank Dunia juga membantu kementerian itu dalam mengumpulkan dana untuk membangun website tersebut.

Jaffrey mengatakan bahwa kementerian itu menerima dana sebesar US$ 2 juta dari Dana Transisi Korea melalui Bank Dunia untuk membangun website.

“Tahun 2015, website itu akan sepenuhnya didanai dan dikelola oleh kementerian itu,” kata Adrian Morel, seorang pejabat Bank Dunia. “Biaya mengelola  SNPK ini sekitar Rp 350 juta per tahun, untuk seluruh provinsi di Indonesia,” katanya.

Sumber: The Jakarta Post

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online