UCAN Indonesia Catholic Church News

Dengan nama Tuhan…50 tahun Justo bangun Katedral dari sampah

28/08/2013

Dengan nama Tuhan…50 tahun Justo bangun Katedral dari sampah thumbnail

 

Justo Gallego Martinez, petani berusia 86 tahun dari Spanyol itu hanya pria biasa. Namun, apa yang ia lakukan selama 50 tahun terakhir membuatnya menjadi sosok luar biasa.

Selama setengah abad, dengan tangan sendiri, ia membangun sebuah katedral besar di pinggiran kota Madrid. Hebatnya, ia tak punya pengetahuan arsitektur dan pengalaman di bidang konstruksi.

Hasilnya pun mengagumkan. Meski berbahan sampah dan rongsokan, katedral itu menjulang setinggi 40 meter, memiliki kubah besar, menara yang mengungguli tinggi apartemen di dekatnya. Sulit dipercaya, itu dibangun hanya oleh satu orang.

Apapun, bangunan yang dihasilkan Kakek Justo menunjukkan, seseorang bisa jauh melampaui keterbatasannya, melakukan hal yang luar biasa, demi sebuah tujuan atau cita-cita. Untuk kasusnya, itu dilakukannya atas dasar iman dan kecintaannya pada Tuhan.

Ibunya yang saleh membesarkannya menjadi sosok beriman dan membuatnya punya keinginan yang besar untuk mendedikasikan dirinya kepada Sang Pencipta.

Setelah bekerja sebagai petani dan matador, Don Justo — demikian orang akrab dipanggil — masuk biara Trappist. Delapan tahun hidup sebagai biarawan, ia terpaksa keluar karena menderita TBC pada 1961.

Saat terbaring tak berdaya itulah, ia bernazar: jika sembuh ia akan mendedikasikan hidupnya untuk membangun sebuah kapel yang dipersembahkan pada Lady of The Pillar (Santa Perawan Maria). Doanya pun terjawab, Don Justo lalu meletakkan batu bata pertama pembangunan sebuah katedral unik, hampir 50 tahun lalu.

Menepis Hinaan

Saat mendengar apa yang ia lakukan, kebanyakan orang menduga, Don Justo sudah tak waras. Namun, Justo bergeming, ia tak pernah menggubris segala hinaan. Pikirannya fokus pada usaha dan proyeknya itu. Meski tanpa rencana pasti dan material yang dibutuhkan.

Setiap hari selama 50 tahun, Justo mengumpulkan rongsokan dan puing konstruksi, serta material dari perusahaan konstruksi terdekat.

Kolom katedral ia cetak dengan drum minyak kosong. Sampul salah satu cungkup terbuat dari memotong tabung makanan. Don Justo mengatakan, katedralnya meniru sebagian bentuk katedral Santo Petrus di Vatikan, Gedung Putih, berbagai kastil abad pertengahan, dan gereja Madrid. Campur-campur.

Meski sebagian besar dikerjakannya sendiri, Justo juga mendapat bantuan dari 6 keponakannya dan sejumlah relawan. Kini, kerangka bangunan sudah selesai secara keseluruhan, namun masih banyak hal yang harus diselesaikan: ribuan jendela yang harus dicat, kubah utama masih kerangka dan harus ditutup, lantainya belum dikeramik, dan tangga melingkar baru setengahnya rampung dikerjakan.

Don Justo sadar betul, usianya mungkin tak cukup sampai hasil kerjanya sempurna. Namun, ia merasa syukur tak terkira. “Saat melihat apa yang sudah aku lakukan, perasaanku luar biasa. Aku berterimakasih pada Tuhan,” kata dia seperti dimuat situs Oddity Central, 26 Agustus 2013.

Katedral yang dinamai Mejorada del Campo tak diakui secara resmi oleh pemerintah setempat. Namun, dewan kota menoleransi bangunan ‘terlarang’ itu.

Bahkan, kisah kerja keras dan tekad kuat Justo menyebar bak jamur di musim hujan, terutama lewat dunia maya. Turis-turis berdatangan. Hasil karyanya menjadi ikon baru kotanya. Don Justo berharap, suatu hari nanti, sebuah misa bisa diselenggarakan di dalamnya, meski kesempatannya tipis.

Arsitek Pablo Queralto kepada BBC mengatakan, bangunan karya Justo tak memenuhi standar keselamatan bangunan. “Batu batanya tidak memenuhi standar, secara bentuk juga bagaimana menyusunnya.”

Namun, apapun yang terjadi, yang pasti, Justo Gallego Martinez sama sekali tak menyesali apa yang telah ia lakukan. Segala kerja keras, pengorbanan yang telah diberikan.

“Jika bisa hidup kembali, aku akan membangun gereja lagi, yang lebih besar. Dua kali lebih besar,” kata dia. “Sebab, untukku, ini adalah perwujudan iman.”

Sumber: Liputan6.com

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online