UCAN Indonesia Catholic Church News

Komisaris Tinggi HAM PBB kunjungi korban konflik

28/08/2013

Komisaris Tinggi HAM PBB kunjungi  korban konflik thumbnail

 

Komisaris Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengunjungi daerah konflik di utara Sri Lanka kemarin untuk pertama kalinya sejak perang sipil berdarah di negara itu berakhir empat tahun lalu.

Lebih dari 800 etnis minoritas Tamil berdemonstrasi sambil membawa foto-foto anggota keluarga mereka yang hilang di Jaffna ketika Komisaris Tinggi HAM PBB Navi Pillay mengunjungi kota mayoritas Tamil, tempat pertempuran hebat selama perang saudara di negara itu selama 30 tahun.

Media Tamil melaporkan bahwa jadwal Pillay telah diubah oleh pemerintah Sri Lanka pada menit-menit terakhir untuk menghindari protes di perpustakaan Jaffna, sebuah lokasi simbolis untuk minoritas Tamil bagian utara setelah dibakar habis oleh mayoritas Sinhala tahun 1981.

Pillay bertemu dengan 15 warga Tamil yang melaporkan kasus hilangnya anggota keluarga mereka, masing-masing diberikan kesempatan selama 15 menit, di kantor PBB di Jaffna.

“Kami menyerukan komisaris itu untuk menemukan orang yang kami cintai. Dia berjanji untuk bertindak dan memberikan rasa keadilan bagi kami,” kata Anandi Shashidaran sambil memegang foto suaminya yang hilang akibat perang tahun 2009.

PBB memperkirakan sekitar 40.000 warga sipil tewas dalam konflik berdarah terakhir di Sri Lanka di mana militer menyerbu kaum pemberontak Macan Tamil di utara negara itu, dan warga sipil terjebak melarikan diri ke daerah-daerah pertempuran sengit.

Dewan HAM PBB akan membahas Sri Lanka pada sidang berikut pada Oktober, setelah melewati dua resolusi menyerukan akuntabilitas bagi kekejaman perang.

Sebuah laporan yang komprehensif diharapkan akan diajukan pada sesi berikutnya dewan pada Maret.

“Kami berharap bahwa kemajuan substantif terkait  perlindungan hak asasi manusia,” kata Dr Paikiasothy Sarawanamuththu, direktur eksekutif dari Center for Policy Alternatives, yang berbasis di Colombo saat bertemu dengan Pillay Senin.

Perjalanan panjang komisaris yakni selama seminggu telah memicu kontroversi baik di dalam dan luar negeri.

Media yang pro-pemerintah telah melakukan kampanye fitnah terhadap Pillay, yang dianggap belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah PBB, di tengah tuduhan bahwa dia bias terhadap pemerintahan Presiden Mahinda Rajapaksa. Dia dijadwalkan akan bertemu presiden itu pekan ini.

Pillay mengatakan bahwa dia berada di Sri Lanka untuk mengangkat isu-isu HAM dan bukan untuk mengkritik.

Sekitar 100 pendukung pro-pemerintah, termasuk biksu memprotes kedatangannya di Colombo pada Senin.

Sumber: UN chief rights commissioner visits Tamils

 

 

 

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online