UCAN Indonesia Catholic Church News

PBB bahas perubahan iklim di Jakarta

03/09/2013

PBB bahas perubahan iklim di Jakarta thumbnail

 

Badan PBB yang mengurusi keantariksaan atau United Nations Office for Outer Space Affairs bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menyelenggarakan Konferensi Internasional.

Agenda ini khusus  membahas Aplikasi Teknologi Antariksa untuk Perubahan Iklim di Jakarta.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bambang Setiawan Tejasukmana, Senin (2/9), mengatakan  konferensi pemanfaatan teknologi antariksa untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim pertama yang digelar di Indonesia.

Ia mengatakan isu yang dibahas dalam konferensi ini terkait dengan cara mengantisipasi dampak perubahan iklim dengan menggunakan teknologi antariksa, khususnya teknologi penginderaan jauh, baik terkait adaptasi maupun mitigasi.

Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Bappenas Endah Murniningtyas mengatakan masyarakat miskin yang berada di pesisir dan sepanjang aliran sungai menjadi pihak yang rentan terkena dampak dari perubahan iklim.

Keberadaan mereka, lanjutnya, terkadang sulit terjangkau melalui darat. Sedangkan ketersediaan data advance sangat penting jika berbicara soal mitigasi bencana. Karena itu penggunaan data awal dari teknologi antariksa di Indonesia mencapai 70 hingga 80 persen.

Sementara itu, Head of the United Nations-SPIDER Programme Bonn Office (United Nations Office for Outer Space Affairs/UNOOSA), Juan Carlos Villagran de Leon mengharapkan hasil yang bervariasi dari apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dapat dilakukan dari 30 perwakilan negara yang mengikuti konferensi terkait adaptasi dan mitigasi bencana akibat perubahan iklim.

“Ada 30 negara lebih akan memaparkan apa yang sudah dilakukan berkaitan dengan dampak perubahan iklim. PBB ingin cari ‘pilot project’ yang potensial yang telah dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim,” ujarnya, seperti dilansir antaranews.com.

Salah satu alasan Indonesia dianggap pas menjadi tuan rumah dari konferensi yang berlangsung pada 2-4 September 2013 ini karena, menurut dia, cukup relevan mengingat kerentanan Indonesia sebagai negara kepulauan terhadap perubahan iklim, sehingga perlu selalu siap mengantisipasi keadaan.

Konferensi itu menghadirkan pakar-pakar di bidang teknologi antariksa dan perubahan iklim serta para pengambil keputusan dari berbagai negara.

Tujuan konferensi dilakukan antara lain untuk menghitung tingkat kerentanan suatu negara atau wilayah terhadap perubahan iklim dan mengidentifikasi alternatif potensial terkait upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Selain itu, konferensi ini juga akan meningkatkan sinergi antara komunitas antariksa dengan berbagai organisasi terkait perubahan iklim. Sinergi ini tentunya akan memperkuat kerja sama regional dan internasional.

Fenomena global seperti perubahan iklim berpotensi mengancam dimensi-dimensi pembangunan berkelanjutan seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan. Konferensi internasional ini diharapkan dapat mendiskusikan peran teknologi antariksa yang memiliki kemampuan untuk mengobservasi variabel-variabel perubahan iklim.

Perubahan ini termasuk permukaan air laut (sea level rise), trend deforestasi atau emisi karbon, dan parameter lainnya yang sulit dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan seperti semakin berkurangnya es di kutub.

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online