UCAN Indonesia Catholic Church News

Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch

03/09/2013

Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch thumbnail

 

Pengadilan di Dhaka telah mengancam Human Rights Watch (HRW) karena dituduh menghina pengadilan setelah kelompok yang berbasis di New York itu mempertanyakan vonis bersalah dijatuhkan kepada seorang pemimpin Islam radikal terkait kejahatan perang kemerdekaan tahun 1971.

HRW menjelaskan putusan pengadilan menjatuhkan hukuman 90 tahun kepada Ghulam Azam, mantan kepala dan guru spiritual partai Islam radikal Jamaat-e-Islami, sebagai “cacat” hukum dan tidak memenuhi standar internasional.

“Kasus persidangan Azam memiliki banyak kejanggalan, dan mengarah pada kesimpulan bahwa ada bias yang kuat terhadap peradilan,” kata Brad Adams, direktur Asia HRW .

“Para korban kejahatan dan keluarga mereka layak mendapat jawaban nyata, yang hanya dapat ditemukan melalui proses yang adil dan transparan.”

Laporan HRW menyebut lima keprihatinan terkait persidangan itu, termasuk perilaku hakim yang tidak pantas,  kolusi dan bias antara jaksa dan hakim, kegagalan untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi saksi, perubahan sidang pengadilan, dan kurangnya bukti untuk menemukan kesalahan.

ATM Fazle Kabir, kepala hakim dari Pengadilan Kejahatan Internasional pertama, salah satu dari dua pengadilan domestik menuntut kejahatan terhadap kemanusiaan selama perang.

Menteri Hukum Shafique Ahmed mengatakan pengamatan HRW melakukan intervensi. Barrister Tureen Afroz, seorang jaksa, mengatakan: “Tuduhan HRW tidak jelas, tidak berdasar dan benar-benar palsu.”

Azam dijatuhi hukuman pada 15 Juli dengan lebih dari 60 tuduhan kejahatan perang termasuk perencanaan, konspirasi, hasutan, keterlibatan dan pembunuhan. Dia dinyatakan bersalah terkait semua tuduhan, namun dibebaskan dari hukuman mati karena usia lanjut.

Pada 12 Agustus, jaksa mengajukan banding atas hukuman tersebut, dengan alasan bahwa Azam layak mendapat hukuman mati.

Jamaat menentang kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan. Seluruh pimpinannya dituduh pelanggaran perang karena bekerjasama dengan tentara Pakistan, melakukan perang sembilan bulan yang menewaskan lebih dari tiga juta warga sipil dan pemerkosaan terhadap sekitar 200.000 perempuan.

Sumber: Bangladesh court takes on Human Rights Watch over trial report

 

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Uskup serukan penghentian kekerasan terkait pilkada
  2. Indonesia segera ratifikasi konvensi anti-penghilangan paksa
  3. PBB bahas perubahan iklim di Jakarta
  4. Pengadilan Bangladesh ancam Human Rights Watch
  5. PS Unika Parahyangan akan tampil dalam konser untuk pembangunan gereja
  6. Lagi, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia ibadah di depan Istana
  7. Belanda minta maaf secara terbuka atas pembantaian di Indonesia
  8. Paus Fransiskus angkat Sekretaris Negara Vatikan yang baru
  9. 80 persen pasien rehabilitasi kembali menggunakan narkoba
  10. Prihatin krisis Suriah, Paus Fransiskus ajak puasa sehari
  1. Sudah saatnya kita meninggalkan apriori di masa lalu tentang pemerintahan yang k...
    Said Maman Sutarman on 2013-10-11 22:16:00
  2. damai itu indah, damai itu kasih, damai itu sejahtera.... Tuhan menghadirkan ki...
    Said Lerman Simanjuntak on 2013-10-08 13:01:00
  3. menarik juga menyimak pendapat Ali Sina dialamat ini. http://indonesian.alisina....
    Said alex on 2013-10-06 21:48:00
  4. hanya menutupi sebagian kecil kekerasan yg dialami oleh gereja disana, tp lumaya...
    Said De Girsank on 2013-10-02 16:52:00
  5. Bolehlah di contoh Indonesiaku, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia yang terk...
    Said Stefan on 2013-10-01 13:11:00
  6. Ini adalah bukti nyata dari kegagalan pendidikan di negara ini. Negara ini tidak...
    Said Matias on 2013-09-28 11:38:00
  7. Pak Ahok... Luar biasa. Seruan profetis di tengah pola pikir dan pola tindak ira...
    Said Matias on 2013-09-28 11:15:00
  8. Bapak Presiden yang terhormat. Belajar dong dari Jokowi. Janganlah Gengsi. Perso...
    Said Matias on 2013-09-28 10:50:00
  9. Erta Junaedi : berarti itu agama gak bisa di Indonesia karena negara Indonesia b...
    Said De Girsank on 2013-09-24 08:01:00
  10. seratus untuk ibu ratna s,,GBU...
    Said SILVESTER on 2013-09-20 20:19:00
UCAN India Books Online